26/05/20202 min read

Hidup Minimalis Ala Orang Jepang

Coba tengok sejenak isi lemari pakaian, perabotan di dapur dan ada berapa banyak tumpukan barang di kamar Anda?

Juga, ingat-ingat kembali, berapa kali dalam sebulan Anda membeli barang-barang hanya karena rasa gengsi, tergoda diskon atau flash sale di e-commerce yang sebetulnya tidak Anda perlukan?

Belakangan ini, tidak sedikit masyarakat yang mulai sadar untuk tidak hidup secara konsumtif melainkan menerapkan hidup secara minimalis.

Kami rangkum beberapa pandangan dari cara hidup minimalis ala orang Jepang:

Keterampilan Membuang Barang

Temukan jawaban mengapa Anda sulit melepaskan begitu banyak barang yang menumpuk di rumah. Pilah pilih dan berikan barang yang tidak terpakai kepada yang memerlukan atau mungkin dapat Anda jual kembali.

Tambah Ruang pada Aspek Lain

Membuang barang akan meningkatkan waktu, kebebasan, dan energi. Kok bisa? Ya bisa! Dengan sedikit barang otomatis potensi keribetan di rumah kita dapat kita minimalisasikan.

Kita Tidak Akan Menyesal

“Ahhh ini akan kusimpan saja, siapa tahu nanti berguna”

Buang jauh-jauh cara berpikir tersebut. Segera buang barang yang jelas-jelas adalah sampah (misal: tumpukan koran bekas, kardus bekas,dll). Ingatkan diri sendiri bahwa Anda tidak akan menyesali barang yang telah dibuang.

Tak satupun.

TIPS PENTING saat memulai hidup minimalis menurut Fumio Sasaki dalam buku ‘Goodbye Things‘ :

  • Bedakan keinginan dengan kebutuhan.
  • Beralih ke digital untuk memudahkan mengenang sesuatu.
  • Berantas dahulu sarangnya (tempat penyimpanan), baru hamanya (keadaan berantakan).
  • Biarkan ruang “tak terpakai” tetap kosong.
  • Ucapkan selamat tinggal pada diri yang dulu.
  • Tidak perlu memikirkan nilai uang yang sudah dibelanjakan.
  • Tidak perlu membeli barang sebagai stok.
  • Rumah bukan museum; tidak perlu benda koleksi.
  • Jadilah makhluk sosial dan peminjam barang.
  • Sewalah yang bisa di sewa.
  • Buang barang-barang yang menimbulkan kebisingan visual.
  • Tidak perlu membeli karena murah, tidak perlu mengambil karena gratis.
  • Buanglah barang-barang yang dianggap mubazir.
  • Bersyukurlah.

Itulah catatan sederhana tentang hidup minimalis.

Baca juga: Kelola waktu Anda dengan perumpamaan “Jar of Life”