Kehidupan Setelah Pandemi Berakhir, The New Normal

Semua menginginkan masa pandemi ini selesai, sehingga dapat kembali ke kehidupan yang normal dimana dapat ramai – ramai pergi ke mall atau sesederhana berdesak-desakan ketika menonton konser.

Namun kenyataanya setelah pandemik ini nanti berakhir, kita tidak bisa langsung melakukan aktivitas seperti biasa. Belajar dari pengalaman Flu Spanyol yang terjadi di San Fransisco pada November 1918, penduduk di San Fransisco bersama-sama berkumpul di jalanan dan merayakan berakhirnya lockdown dan penggunaan masker untuk mencegah Flu Spanyol terjadi.

Namun ternyata perayaan itu hanya berakhir sebentar.

Pada Desember 1918, diinformasikan kembali bahwa Flu Spanyol kembali menyerang San Fransisco dan meminta penduduk untuk kembali memakai masker, pada 10 Januari dinyatakan terdapat 600 kasus baru Flu Spanyol.

Fase ‘The Hammer and The Dance’

Dari situ kita belajar bahwa ada fase yang bernama ‘The Hammer and The Dance’ pada masa pandemi ini.

The Hammer

The Hammer merupakan peraturan keras dan perubahan gaya hidup yang ekstrim, seperti di Indonesia terjadinya PSBB dan mudik ditunda sementara. Namun periode hammer ini akan berakhir ketika titik lockdown selesai.

The Dance

Digantikan kembali dengan The Dance dimana dapat kembali hidup berdampingan namun tetap waspada dan saling menjaga. Karena virus dan orang – orang positif akan tetap ada. Dinamakan The Dance karena akan melangkah mundur dan maju, hidup waspada dan berbeda sampai suatu hari di temukan vaksinnya.

Contoh dansa pada sekala besar adalah social distancing di pasar-pasar, kegiatan dengan kerumunan besar sementara di berhentikan dan tes virus corona yang mudah dan ditemukan dimana – mana.

Mungkin membutuhkan berbulan-bulan untuk kembali ke kehidupan yang benar-benar normal, namun jika kita menaati peraturan semakin cepat kembali ke kehidupan yang normal. Semangat!

Baca juga: Bagaimana bisnis tetap bertahan di saat pandemi