16/03/20203 min read

MENGAPA KEBIJAKAN PERJALANAN PERUSAHAAN ITU PENTING?

Bagi Anda yang sering melakukan perjalanan bisnis, minggu demi minggu, Anda mungkin akan senang bila mengetahui bahwa semakin banyak perusahaan yang mencarikan solusi terbaik agar dapat mengurangi kepenatan dan lelahnya perjalanan bisnis bagi karyawan mereka.

Perusahaan mulai menyadari untuk mengutamakan kebutuhan karyawan saat melakukan perjalanan bisnis, hal ini dapat menjadikan karyawan merasa lebih diperhatikan.

Selain itu, hal seperti kebijakan perjalanan yang tidak hanya berfokus pada biaya perjalanan dan penyedia layanan, namun juga mempertimbangkan kesejahteraan karyawannya – Merata dari karyawan biasa hingga ke jajaran direksi, dengan demikian diharapkan mampu membuat kehidupan kerja semua karyawan jadi lebih mudah. 

Oleh sebab itu, bila saat ini Anda sedang melakukan perjalanan bisnis yang tidak menyenangkan atau bila perusahaan Anda saat ini belum menerapkan kebijakan perjalanan yang baik, Anda harus membagikan 3 alasan penting mengapa kebijakan perjalanan perusahaan sangat penting :

1. Kepuasan pada Pekerjaan

Perjalanan bisnis dapat memengaruhi perasaan seorang karyawan mengenai pekerjaannya dan perusahaan mereka saat ini.

Saat mereka bepergian, mereka sering menghabiskan waktu sendiri dan tanpa disadari kondisi tersebut juga mempengaruhi kehidupan karyawan secara langsung, salah satunya kondisi emosional. 

Jika bepergian merupakan bagian dari tugas pekerjaan Anda, akan sangat membantu bila mengetahui sebelumnya kondisi apa yang akan terjadi. Kebijakan perjalanan yang membuat karyawan merasa lebih aman dan nyaman bila kebutuhannya dipenuhi perusahaan.

2. Keseimbangan antara Kehidupan dan Pekerjaan

Di Singapura, bekerja sampai larut malam adalah hal yang biasa, seringkali malam tiba namun laporan pekerjaan belum kunjung usai sehingga Anda harus menikmati makan malam di tempat kerja.

Untuk dapat melakukan pekerjaan dengan baik, karyawan membutuhkan kondisi tubuh dan  keseimbangan jiwa yang baik.

Hal Ini tidak akan berhenti bila hanya mendapatkan kebijakan dari perusahaan.

Kebijakan perjalanan juga perlu mencerminkan fleksibilitas dimana keinginan dan kebutuhan karyawan sehubungan dengan jadwal perjalanan, teruama ketika mereka memiliki keluarga.

Kebijakan perjalanan bisa berupa apa saja, seperti untuk menyelesaikan perjalanan bisnis kemudian kembali ke rumah, atau sebagai alternatif, dapat memiliki waktu luang atau memberi karyawan cukup waktu untuk dapat bersantai dan menjelajah destinasi perjalanannya.

3. Kesejahteraan

Menginformasikan berita perjalanan Anda kepada keluarga maupun teman, mengunggah foto perjalanan Anda di media sosial, dari berbagai destinasi perjalanan bisnis Anda disetiap bulannya dapat menjadikan hidup Anda terlihat mewah dan mengasyikkan oleh mereka.

Mungkin terkadang, Anda dapat merasa “Inilah kehidupan” pada beberapa momen, namun biasanya, rumput tetangga selalu lebih hijau. 

Perjalanan bisnis dapat memiliki dampak jangka panjang bagi kesehatan, baik itu secara fisik maupun mental.

Karyawan harus dilindungi dari resiko semacam ini oleh atasan.

Tapi, inilah guna perlu adanya Kebijakan perjalanan!

Seperti kebijakan untuk menetapkan standar akomodasi tempat karyawan akan menginap: hotel yang dekat dengan tujuan kerja tanpa memedulikan harga, dekat dengan fasilitas pusat kebugaran, dekat dengan pusat kuliner yang menjual makanan sehat, dekat dengan tempat wisata, dan lainnya.

Pertimbangan lainnya juga dapat dibuat seperti ketika karyawan kembali dari perjalanan bisnis, apakah diperbolehkan untuk  bekerja dari rumah atau beristirahat untuk hari berikutnya kembali ke tempat kerja.

Perusahaan yang baik pasti akan senantiasa kreatif mencari tahu mengenai kebijakan perjalanan yang baik untuk diterapkan pada karyawan, sehingga kebutuhan dalam perjalanan bisnis dari karyawan dapat dipenuhi.

Manfaat dari adanya kebijakan perjalanan, tidak perlu diragukan lagi.

Sebagai seorang karyawan yang aktifitas bepergian merupakan bagian dari pekerjaannya, pasti dapat merasakan dampak baiknya.

Sebuah perusahaan yang tidak memiliki kebijakan perjalanan yang baik, tidak dapat memastikan karyawannya melakukan pekerjaan dalam perjalanan bisnisnya dengan baik dan tetap menikmatinya dengan suka hati.