15/04/20202 min read

Menjaga Kondisi Keuangan Tetap Stabil

Dampak nyata dari menyebarnya wabah virus corona tidak hanya terlihat pada kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang. Kesehatan mental juga perlu dijaga selama masa pandemi ini. Terjadi juga dampak terganggunya kondisi keuangan masyarakat umum.

Supir ojek online yang mengandalkan pendapatan harian harus berhenti membawa penumpang, pedagang kaki lima atau restoran lokal yang kehilangan pelanggan, karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK, pelaku bisnis pariwisata terpaksa kehilangan omset bahkan merugi karena wisatawan yang batal bepergian, dan masih banyak kondisi lainnya.

Selain beberapa bentuk bantuan yang disediakan oleh pemerintah bagi masyarakat, banyak juga jalur donasi resmi dan non-resmi yang bersedia ikut turun tangan saling bahu-membahu untuk membantu mereka yang sedang berjuang dalam musibah ini. Bagi Anda yang sudah ikut ambil bagian dalam donasi, terima kasih!

Bagaimana menjaga kondisi keuangan tetap stabil?

Dari apa yang terjadi belakangan ini, dapat disadari bahwa penting bagi kita untuk menjaga kondisi keuangan tetap stabil. Menurut Andhika Diskartes, seorang penasihat keuangan, salah satu cara terbaik adalah dengan memiliki simpanan dana atau mudah disebut sebagai dana darurat.

Dana darurat ini akan sangat berguna bila suatu hari Anda mengalami musibah, kerugian dalam bisnis atau bahkan kehilangan pekerjaan. Menurut Andhika, baiknya kita memiliki simpanan dana yang cukup untuk menutup biaya pengeluaran kita selama 6 s/d 12 bulan.

Dari mana dana darurat ini ada?

Dengan menyisihkan pendapatan Anda saat ini setiap bulannya, sedikit demi sedikit hingga mencapai angka yang telah Anda tetapkan. Cara penyimpanannyapun tidak selalu dalam bentuk tabungan di rekening bank Anda, bisa juga dalam bentuk investasi yang rendah resiko dan mudah dicairkan bila Anda memerlukannya, seperti emas contohnya.

Kami harap kondisi keuangan Anda pada masa sulit ini tetap stabil..